Teknik Pemotongan pada Logam

Teknik Pemotongan
Penanganan Alat Potong Gas Manual
 
Gambar Alat potong gas manual

1. Pelaksanaan pemotongan dengan alat potong dengan gas Bagian-bagian penting dalam pengoperasian brander potong ini dan nama-nama bagian tersebut tampak pada gambar .
􀁣 Hubungan pipa masuk gas oksigen
􀁤 Hubungan pipa masuk gas asetilin
􀁥 Katup tabung gas asetilin
􀁦 Katup oksigen sebelum pemanasan
􀁧 Katup gas oksigen alat potong
􀁨 Pegangan tangan
􀁩 Pipa sebelum pemanasan
􀁪 Pipa oksigen pemotong
􀁫 Mur belakang
􀁬 Pucuk alat potong
Gambar Alat potong manual dan nama bagiannya
Tahapan yang perlu dilakukan dan hal-hal penting yang harus
diperhatikan dalam pemotongan manual dengan gas meliputi :
(a) Hubungkan selang gas oksigen ke penghubung pipa masuk
(Gambar I.103 - 􀁣).
(b) Bukalah katup-katup tabung gas asetilin (Gambar I.103 - 􀁥) dan
tabung-tabung sebelum pemanasan (Gambar I.103 - 􀁦), kemudian
periksalah penginjeksiannya.
(c) Hubungkan selang tabung asetilin.
(d) Periksalah kebocoran gas dengan air sabun pada semua
sambungan.
(e) Setel tekanan gas oksigen ke posisi 2,0 kg/cm2 dan asetilin ke 0,2
kg/cm2.
TEKNOLOGI LAS KAPAL
72
(f) Bukalah katup tabung gas asetilin dan nyalakan api gas, kemudian
bukalah katup sebelum pemanasan dan setel ke ukuran nyala api
gas netral.
(g) Bukalah katup tabung gas oksigen (Gambar I.103 - 􀁧) dan
kosongkan tabung gas oksigen pemotong dari pipa pereciknya.
(Gambar I.104 - b).
Gb. 2 (a)
Oksigen
Gas
campuran
(a) Potongan melintang
bagian A pada gambar
Gb. 2 (b)
Perecik nyala
sebelum
pemanasan
api
Perecik gas
oksigen
alat potong
(b) Perbesaran bagian atas
pucuk alat potong
Gambar I.104 Nozzle potong
(h) Matikan tabung gas oksigen pemotong dan padamkan nyala api gasnya.
2. Lepaskan alat potong gas
I.4.4.2 Pemotongan Manual dengan Gas
1. Nama fungsi masing-masing bagian dari brander pemotong
Gambar I.105 Nama dan fungsi bagian-bagian brander pemotong
TEKNOLOGI LAS KAPAL
73
No Nama Fungsi No Nama Fungsi
􀁍 Kran gas
asetilin
Mengatur
banyaknya
aliran gas
asetilen
􀁓 Kran
oksigen
preheating
Mengatur nyala api
preheating
􀁎 Sambungan
selang
oksigen
Menyambung
dengan
selang gas
oksigen
􀁔 Kran
oksigen
potong
Mengatur
banyaknya
aliran oksigen
potong
􀁏 Sambungan
selang
asetilen
Menyambung
dengan
selang gas
asetilen
􀁕 Injektor Mencampur gas
asetilen
dengan oksigen
􀁐 Pipa
saluran
Menyalurkan
oksigen
􀁖 Saluran
oksigen
pemotong
Menyalurkan
oksigen potong
􀁑 Saluran gas
asetilen
Menyalurkan
gas asetilen
11 Saluran
gas
campuran
Menyalurkan gas
campuran
asetilen dan
oksigen
􀁒 Pegangan
tangan
Memegang
brander
12 Kepala
brander
Pemasangan
nozzle
2. Kondisi gas potong
Tekanan gas potong, kecepatan potong, ukuran tip, ketinggian tip,
sudut tip dan nyala pemanas awal semuanya menentukan untuk
mendapatkan permukaan potong yang baik pada pemotongan gas (Lihat
tabel I.13).
Tabel I.13 Kondisi gas potong
Ketebalan
plat
mm
Tip
potong
Lobang
oksigen
potong
mm
Panjang
aliran
oksigen
yang
tampak
mm
Tekanan
oksigen
Kg/cm
Tekanan
asetilen
Kg/cm
Kecepatan
potong
mm/km
Konsumsi gas
O2
m3/jam
C2H2
liter/
jam
3 ~ 10 1 0,7 50 2,0 0,10 500 2,0 200
10 ~ 20 2 0,9 60 2,5 0,15 400 3,0 230
20 ~ 30 3 1,1 70 3,0 0,20 300 4,0 300
TEKNOLOGI LAS KAPAL
74
3. Mengatasi masalah
Obyek Permasalahan
Bagian
yang
diperiksa
Metode Perbaikan
Brander
Kebocoran
gas
Sambungan Dengan
busa sabun
Dikeraskan
atau diganti
Pada awal
pekerjaan
Klep Dengan
busa sabun Ganti brander Pada awal
pekerjaan
Bagian Dengan
busa sabun
Dikeraskan
atau diganti
Pada awal
pekerjaan
Tip
pemotong
Bentuk
nyala
pemanas
awal
Pemeriksaan
visual pada
nyala netral
Bersihkan
atau diganti
Pada awal
pekerjaan
atau secara
acak
Bentuk
aliran
oksigen
pemotong
Pemeriksaan
visual pada
aliran gas
Bersihkan
atau diganti
Pada awal
pekerjaan
atau secara
acak
4. Persiapan Peralatan potong dengan Gas Manual
Langkah awal sebelum pemotongan, harus dilaksanakan terlebih
dahulu persiapan peralatan potong sebagai berikut :
(1) Langkah persiapan yaitu dengan menyetel tekanan gas asetilen
0,15 kg/cm2 dan tekanan gas oksigen 2,5 kg/cm2.
(2) Langkah penyalaan api dengan membuka katup asetilen dan katup
oksigen untuk pemanasan awal, lanjutkan dengan menyetel api ke
nyala netral.
(3) Pengaturan nyala api pemanasan awal dengan membuka katup
oksigen untuk pemotong.
(4) Setel nyala pemanas awal ke nyala netral sementara itu buka katup
oksigen pemanas awal, selanjutnya tutup katup oksigen untuk
pemotong.
(5) Langkah terakhir, matikan api dengan menutup katup asetilen dan
katup pemanas awal oksigen.
Gambar I.106 Nyala api pemanasan awal
TEKNOLOGI LAS KAPAL
75
5. Pemotongan Manual
Sebagai langkah pemotongan manual, perhatikan dan lakukan halhal
sebagai berikut :
(1) Tarik garis-garis pada pelat dengan pena penggores kemudian
letakan plat pada meja dan tempatkan bagian yang dipotong bebas
dari material dibawahnya / menggantung.
(2) Ambil posisi tubuh siap memotong, lakukan pemanasan awal
dengan menyetel ketinggian inti nyala sekitar 3 mm dari permukaan
plat kemudian setel brander pada posisi tegak dan arahkan ke
pinggir permukaan pelat.
(3) Bila bagian ujung menjadi merah, buka katup potong oksigen.
(4) Laksanakan pemotongan
􀂎 Amati kebisingan, aliran terak dan arah percikan
􀂎 Hati-hati jatuhnya material panas bagian yang dipotong
(5) Tutup katup potong oksigen setelah pemotongan selesai kemudian
matikan nyala api.
(6) Lakukan pemeriksaan terhadap hasil pemotongan dengan
memperhatikan beberapa item seperti pada gambar I.107 dibawah
ini.
Gambar I.107 Pemotongan manual
TEKNOLOGI LAS KAPAL
76
a
b
c
d f d
e
g
a. Kelurusan permukaan potong.
b. Cembung & cekungnya permukaan potong.
c. Sudut pemotongan.
d. Menempelnya terak.
e. Derajat peleburan pada awal dan akhir pemotongan.
f. Pelelehan sisi atas.
g. Kondisi garis tarikan.
Gambar I.108 Pemeriksaan hasil pemotongan
TEKNOLOGI LAS KAPAL
77
I.4.4.3 Praktek pemotongan dengan gas manual
Sebagai langkah praktek pemotongan manual, perhatikan dan
lakukan hal-hal sebagai berikut :
1. Setelah membersihkan plat baja dengan baik, gambarlah garis
potong sepanjang 15 pit dengan jelas, cukup mampu dilihat selama
pekerjaan berlangsung. Kemudian, letakkan material di atas meja
kerja tempat dilakukannya pemotongan. (Gambar I.109)
Gambar I.109 Persiapan pemotongan dengan gas manual
2. Pasanglah ujung alat potong No. 1 dan aturlah tekanan gas oksigen
ke 2 kg/cm2 dan gas asetilin ke 0,2 kg/cm2. Kemudian nyalakan
kerucut nyala api netral sepanjang 3 mm. Setelah itu, cobalah
mengosongkan tabung gas oksigen pemotong dan periksalah arus
gas oksigen agar mencapai panjang kira- kira 150 mm. (Gambar
I.110)
Jika perecik oksigen pemotong dalam keadaan abnormal,
jangkauan arus oksigen menjadi lebih pendek.
Gambar I.110 Nyala busur api potong
Kira – kira 3 mm
Kira – kira 150 mm
TEKNOLOGI LAS KAPAL
78
3. Pegang erat-erat torch gas pemotong seperti tampak pada Gambar
I.111.
Gambar I.111 Posisi material induk pada meja potong
4. Potonglah material di samping garis penanda pemotongan seperti
terlihat pada Gambar I.112.
Arah pem otongan
Garis penanda pemotongan
5. Laksanakan prosedur kerjanya sebagai berikut :
(a) Panaskan pinggiran material untuk menentukan jarak antara logam
dasar dan kerucut nyala api sampai kira-kira 3 mm.
(b) Apabila pinggiran material telah dipanaskan sampai berwarna
merah menyala, bukalah segera katup gas oksigen dan kosongkan
tabung gas oksigen pemotong. (Gambar I.113)
Gambar I.112 Pemotongan material
TEKNOLOGI LAS KAPAL
79
Gb. 4
Kira-kira 3 m
Kosongkan tabung gas
oksigen setelah bagian ini
dipanasi sampai
berwarna merah menyala
(c) Gerakkan torch las gas dan potonglah material sambil memastikan
bahwa gas oksigen pemotong menembus material dan terak
lelehan jatuh ke dalam dengan bebas. (Pada saat ini jagalah agar
torch las gas tetap bergerak dan jagalah agar kecepatannya
sekonstan mungkin. (Gambar I.114)
(d) Hentikan pengosongan tabung gas oksigen pemotong.
6. Bersihkan dan periksa hasil pemotongan
Periksa potongan sepanjang garis penanda pemotongan, lubanglubang
pada permukaan potongan, sudut potong 900, kehalusan
potongan dan sebagainya.
7. Ulangi praktek pelatihan di atas.
Gambar I.113 Pengosongan tabung gas oksigen
Gambar I.114 Langkah pemotongan
TEKNOLOGI LAS KAPAL
80
I.4.4.4 Pemotongan Otomatis dengan Gas
Gambar I.115 Proses Pemotongan Otomatis dengan Gas
1. Kondisi pemotongan
Tabel I.14 Kondisi pemotongan
Ketebalan
plat
mm
Ukuran
tip
potong
#
Lubang
tip
potong
Tekanan kg/cm
Kecepatan
potong
mm/min
Laju aliran
Oksigen Asetilin Oksigen
potong
Oksigen
preheating
Asetilin
5 atau
kurang 00 0.8 1.5 0.2 500 atau
lebih 690 380 345
5 ~ 10 0 1.0 2.0 0.2 350 ~ 550 1200 380 345
10 ~ 15 1 1.2 2.5 0.2 300 ~ 400 2100 485 440
15 ~ 30 2 1.4 3.0 0.2 250 ~ 350 3400 485 440
2. Yang harus diperhatikan dalam pengoperasian
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengoperasian
pemotong gas otomatis adalah :
(1) Yakinkan bahwa ground pada kabel power terpasang dengan baik.
(2) Yakinkan bahwa putaran motor benar saat pengaturan kecepatan.
(3) Untuk perubahan kecepatan, setel ke kecepatan yang lebih rendah
dari kecepatan yang disyaratkan sebelum mulai menyetel
kecepatan tsb.
3. Persiapan Peralatan Pemotong Gas Otomatis
Langkah awal sebelum pemotongan, harus dilaksanakan terlebih
dahulu persiapan peralatan pemotong gas otomatis sebagai berikut :
(1) Pemasangan cuncum / tip potong.
Pilihlah cuncum / tip yang optimal sesuai dengan ketebalan pelat
dan hati-hati jangan sampai bagian kontak yang tirus pada tip rusak.
TEKNOLOGI LAS KAPAL
81
(2) Menyambung selang gas.
Hati-hati jangan sampai mengganggu jalannya mesin potong
di jalur relnya.
(3) Menyambung kabel power
Matikan saklar power sebelum menyambung kabel power.
Hati-hati jangan sampai menghalangi jalannya mesin di atas
jalur rel.
(4) Periksa jalannya pemotong. Lakukan hal-hal berikut :
a. Nyalakan saklar power dan hubungkan kopling.
b. Pindahkan kopling dan periksa arah jalannya.
c. Putar tombol kecepatan perlahan dan periksa perubahan
kecepatan.
d. Putar balik kopling ke posisi awal dan matikan saklar power.
(5) Pemeriksaan nyala pemanas awal. Lakukan hal-hal berikut :
a. Setel tekanan gas asetilen ke 0,2 kg/cm2 dan tekanan
oksigen 2,5 kg/cm2.
b. Buka sedikit katup asetilen.
c. Buka sedikit katup oksigen preheating dan nyalakan.
d. Operasikan katup asetilen dan kran oksigen preheating untuk
mengatur nyala katup ke nyala netral.
e. Buka katup oksigen potong.
f. Buka katup oksigen preheating pelan-pelan dan atur kembali
kembali nyalanya ke nyala netral.
g. Matikan nyala api.
4. Pemotongan Gas Otomatis
Sebagai langkah pemotongan otomatis, perhatikan dan lakukan halhal
sebagai berikut :
(1) Buatlah garis-garis lurus pada material pelat.
(2) Pengaturan material yang akan dipotong. Beri jarak garis potong
sekitar 100 - 200 mm dari rel dan setel rel sejajar dengan garis
potong.
(3) Atur sudut tip potong. Setel tip tegak dengan memutar lengan pipa
dan setel sudut pada skala 0o.
(4) Periksalah jalannya mesin. Setel ketinggian tip sekitar 10 mm dari
permukaan plat. Dorong kereta/mesin potong dengan tangan dan
yakinkan bahwa tip bergerak sepanjang garis pemotongan.
(5) Atur kecepatan potong. Atur kecepatan sesuai dengan kondisi
standar pemotongan.
TEKNOLOGI LAS KAPAL
82
(6) Atur nyala preheating. Setel tekanan gas sesuai dengan kondisi
standar pemotongan. Gerakkan tip naik-turun untuk menyetel
ketinggian inti nyala sekitar 3 mm.
(7) Lakukan pemanasan awal. Luruskan tip dengan bagian luar dari
garis potong. Luruskan nyala api ke ujung plat dan setel kopling ke
STOP.
(8) Lakukan pemotongan. Jika pada titik awal merah membara, buka
katup oksigen potong, kemudian setel kopling ke posisi
maju/mundur.
Amati hasil potongannya dan bila hasil pemotongan belum
maksimal maka setel kembali untuk mendapatkan hasil potongan
yang optimal.
Dengan mengamati :
a. Tekanan gas
b. Rangkaian selang dan kabel
c. Kecepatan potong
d. Ketinggian inti nyala api
e. Keadaan oksigen potong
f. Kelurusan dari kampuh potong dan garis potong
g. Timbulnya distorsi
h. Terbangnya percikan
i. Aliran terak
j. Kebisingan pemotongan
k. Pelelehan ujung atas
l. Timbulnya takik
(9) Matikan api. Bila pemotongan telah selesai, tutup katup oksigen
potong dan kembalikan kopling ke STOP. Tutup katup asetilen dan
katup oksigen preheating. Matikan tombol/saklar.
(10) Periksa permukaan potong :
a. Periksa apakah tarikannya optimal
b. Periksa apakah parit pada tarikan dangkal dengan ketidakrataan
minimum
c. Periksa apakah permukaan potong halus
d. Periksa apakah terak mudah dibuang.
TEKNOLOGI LAS KAPAL
83
Tabel I.15 Kualitas permukaan potong dan kondisi pemotongan
Permasalahan Penampang Penyebab
1. Terlalu
banyak
pelelehan
pada tepi atas
(1) Kecepatan potong
terlalu rendah
(2) Nyala api preheating
terlalu besar
(3) Tip potong terlalu
rendah
(4) Tekanan oksigen
potong terlalu tinggi
2. Tidak rata
(1) Kecepatan potong
terlalu cepat
(2) Tekanan oksigen
potong terlalu tinggi
(3) Tip potong tersumbat
kotoran
(4) Tip potong terlalu
tinggi
3. Sangat kasar
(1) Kecepatan potong
terlalu cepat
(2) Tekanan oksigen
potong terlalu tinggi
(3) Nyala preheating
terlalu rendah
(4) Tip potong tersumbat
kotoran
4. Takik (1) Nyala preheating
terlalu lemah
(2) Tip potong tersumbat
kotoran
(3) Rel kotor berdebu
(4) Kecepatan potong
berubah - ubah
TEKNOLOGI LAS KAPAL
84
Permasalahan Penampang Penyebab
5. Banyak terak
yang
menempel
(1) Kecepatan potong
terlalu cepat
(2) Tekanan oksigen
potong terlalu tinggi
(3) Tip potong terlalu
tinggi
(4) Tip potong tersumbat
kotoran
6. Tarikan terlalu
panjang
(1) Kecepatan potong
terlalu cepat
(2) Tekanan oksigen
potong terlalu rendah
(3) Tip potong terlalu
tinggi
7. Pojokan tidak
terpotong
(1) Kecepatan potong
terlalu cepat
(2) Tekanan oksigen
potong terlalu rendah
I.4.4.5 Praktek Pemotongan dengan Menggunakan Skator
Sebagai langkah praktek pemotongan dengan gas otomatis,
perhatikan dan lakukan hal-hal sebagai berikut :
1. Gambarlah garis potong pada pit 15 mm di atas plat baja setelah
membersihkannya dengan baik. Kemudian letakkanlah material di
atas meja potong gas otomatis sehingga garis potong dapat
disesuaikan dengan garis orbit ujung alat potong. (Gambar I.116)
Gambar I.116 Pemotongan lurus den gan
alat pemotong otomatis
TEKNOLOGI LAS KAPAL
85
2. Aturlah sudut ujung alat potong sampai 900.
3. Aturlah kecepatan pemotongan sampai kira-kira 500 mm/menit.
4. Pasanglah ujung alat potong No. 0~1 dan aturlah tekanan gas
oksigen sampai 2,5 kg/cm2. Kemudian buatlah panjang kerucut
nyala api netral menjadi 4~5 mm. Selanjutnya, cobalah
mengosongkan tabung gas oksigen dan aturlah arus gas oksigen
hingga mencapai kira-kira 150 mm. (Gambar I.117)
Jika percikan gas oksigen dalam keadaan abnormal, maka arus
gas oksigen menjadi lebih pendek
FigF. i2g. 2
Kira 150 mm 2
5. Aturlah jarak antara logam dasar dan kerucut nyala api kira-kira 3
mm. Kemudian aturlah posisi pucuk alat potong ke garis potong
sama seperti pada pemotongan manual. (Gambar I.118)
Gambar I.115 Pengaturan arus gas
oksigen
TEKNOLOGI LAS KAPAL
86
Arah pemotongan
Garis potong
6. Pastikan bahwa kopeling kereta berada dalam posisi netral,
kemudian hidupkanlah motor penggerak.
7. Letakkanlah ujung alat potong diatas logam dasar dan panaskanlah.
Bila bagian ini telah dipanaskan sampai berwarna merah membara,
bukalah katup tabung gas oksigen dan sekaligus putarlah ke posisi
“on”. Lanjutkan dengan pemeriksaan apakah gas oksigen sudah
menembus ke dalam plat baja dan terak lelehan sudah terhembus
bebas. (Gambar I.119)
Jika gejala-gejala ini tidak terbukti, periksalah percikan gas
oksigen pemotong dan tekanan gas oksigen.
Gambar I.119 Gas oksigen menembus plat baja
Gambar I.116 Pengaturan posisi pucuk alat potong
ke garis potong
TEKNOLOGI LAS KAPAL
87
8. Bersihkan dan periksalah hasil pemotongan. (Periksa potongan
sepanjang garis potong, lubang-lubang di di permukaan potongan,
sudut potong 90°, kehalusannya dsb.)
9. Ulangi praktik tersebut di atas.
TEKNOLOGI LAS KAPAL
88
Tabel I.16 Kapasitas Standar Ujung Alat Potong
(Menggunakan Gas Asetilin)
No.
Ujung
Diameter
perecik
oksigen
alat potong
Ketebalan
potongan
(mm)
Kecepatan
potongan
lurus
(mm/mnt)
Tekanan (kg/cm2) Tingkat arus aliran (lt/jam)
Lebar
jarak
potong
Oksigen
alat
potong
Oksigen
pra
potong
Asetilin
Oksigen
alat
potong
Oksigen
pra
potong
Asetilin
1. Kondisi-kondisi pemotongan :
(a) Tabel I.16 menunjukkan kondisi-kondisi pemotongan siku-siku
menggunakan gas asetilin. Karena tekanan yang ditunjukkan
pada Tabel I.16 merupakan tekanan arus masuk, perlu
dilakukan koreksi sesuai dengan ukuran panjang dan diameter
selang.
(b) Dalam pemotongan pinggiran miring, naikkan tingkat arus aliran
gas asetilin 2 x lipat dari kondisi normal dan kurangi kecepatan
10~20%. Pada saat yang sama, peningkatan tekanan arus
oksigen dapat menyebabkan hasil pemotongan yang kurang
baik, maka pertahankanlah kecepatan yang sama (Gambar
I.118)
TEKNOLOGI LAS KAPAL
89
Gambar I.120 Pemotongan pinggiran miring
2. Hubungan antara kondisi-kondisi pemotongan dengan
permukaan pemotongan (Gambar I.21)
Dalam kondisi pemotongan yang sesuai
Dalam kecepatan pemotongan yang lebih lambat
Dalam kecepatan pemotongan yang lebih cepat
Dalam kondisi terlalu banyak tekanan arus oksigen
Dalam posisi ujung alat potong yang lebih tinggi
Dalam posisi ujung alat potong yang lebih rendah
Gambar I.121 Hubungan antara kondisi pemotongan dengan
permukaan potong
Kondisi-kondisi
seperti ditunjukkan
pada
Kurangi kecepatan
10% seperti
ditunjukkan pada
Tabel 1
Kurangi kecepatan
20% seperti
ditunjukkan pada
Tabel 1
TEKNOLOGI LAS KAPAL
90
3. Pemotongan dengan gas propan
Dalam pemotongan dengan gas-LP, ujung alat potong gas-LP
harus digunakan seperti terlihat pada “Pemotongan dengan gas
manual”. (Gambar I.122)
Fig.3
Gb. 3
otomatis
Ujung alat
potong ujung alat potong gas
asetilin
Potongan-silang pada
ujung alat potong gas
Potongan-silang pada
Gas pra-potong Oksigen pemotong
Oksigen prapotong
Oksigen pra-potong
Gas-LP
Oksigen pemotong
Pembungkus


Selengkapnya tentang Kemajuan Teknologi Pengelasan dan tentang Teknik Pemotongan pada Logam klik disini

Selengkapnya tentang Teknik PEMOTONGAN pada Logam
0 komentar
Share ke Pinterest .