Perjalanan Dito dan Aris Memasang Kanopi Premium di Prajurit Kulon, Mojokerto
Pagi yang cerah di Dlanggu. Bengkel Omasae sudah mulai ramai dengan aktivitas. Suara mesin gerinda beradu dengan suara palu yang mengetuk besi, menciptakan ritme khas bengkel las. Di sudut bengkel, Dito dan Aris sedang bersiap untuk berangkat ke Mojokerto. Hari ini, mereka punya tugas besar—memasang kanopi premium di sebuah rumah di Prajurit Kulon.
Persiapan di Bengkel Omasae
Dito: Memeriksa daftar peralatan di tangannya "Oke, Aris, kita butuh rangka besi hollow, atap kaca tempered, baut tanam, bor listrik, las inverter, dan alat ukur. Semua udah siap?"
Aris: Mengikat rangka besi ke truk "Udah hampir semua, Dit. Tapi tadi Mas Seno bilang kita bawa tambahan bracket baja, takutnya ada yang perlu penguatan ekstra."
Dito: Mengangguk "Bagus juga, sekalian bawa lem kaca dan sealant biar nanti finishingnya rapi."
Mereka berdua memastikan semua peralatan terikat aman di bak truk. Kanopi yang akan mereka pasang ini adalah model premium, menggunakan kombinasi besi hollow galvanis dengan atap kaca tempered yang elegan. Pekerjaan ini harus dilakukan dengan hati-hati agar hasilnya sempurna dan sesuai ekspektasi klien.
Aris: Sambil naik ke kursi kemudi "Oke, barang udah aman. Ayo kita jalan!"
Mereka berdua pun meluncur dari Dlanggu menuju Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.
Perjalanan ke Lokasi Pemasangan
Perjalanan dari Dlanggu ke Kota Mojokerto memakan waktu sekitar satu jam. Dito dan Aris menikmati perjalanan sambil sesekali mengobrol tentang pekerjaan mereka.
Aris: Sambil menyetir "Dito, ini kan proyek kanopi premium kedua kita bulan ini. Menurutmu, lebih sulit yang ini atau yang kemarin di Trowulan?"
Dito: Berpikir sejenak "Kalau dari desain, yang di Trowulan lebih rumit karena ada ornamen tambahan. Tapi yang di Prajurit Kulon ini tantangannya beda. Kita pasang di lantai dua, berarti perlu teknik pemasangan khusus biar kuat dan tetap estetik."
Aris: Tertawa "Ya, berarti siap-siap angkat besi di ketinggian. Semoga anginnya nggak terlalu kencang."
Mereka melaju melewati jalanan Mojokerto yang mulai ramai. Sesekali mereka harus berhenti di lampu merah atau memberi jalan pada kendaraan lain. Saat hampir sampai di lokasi, Dito menelepon klien untuk memastikan mereka sudah siap menerima tim pemasangan.
Dito: "Halo, Pak Budi? Kami dari Omasae, tim pemasangan kanopi, sudah hampir sampai di rumah Bapak."
Pak Budi (Klien): "Oh, baik, Mas. Saya sudah siap. Nanti parkir di depan saja, ada space cukup buat truk kalian."
Mereka pun melanjutkan perjalanan hingga akhirnya tiba di lokasi.
Memulai Pemasangan Kanopi
Sesampainya di rumah Pak Budi di Prajurit Kulon, mereka segera menurunkan peralatan dan mulai menyiapkan pemasangan. Pak Budi menyambut mereka dengan ramah.
Pak Budi: "Mas Dito, Mas Aris, ini area yang mau dipasang kanopi. Saya ingin modelnya rapi dan nggak kelihatan terlalu berat."
Dito: Mengamati lokasi "Baik, Pak. Desain yang Bapak pilih ini memang minimalis, jadi tetap elegan tanpa kelihatan terlalu besar. Kami akan pastikan semuanya presisi."
Aris: Mengukur panjang dan lebar area "Dito, lebar total 4 meter, panjang 3,5 meter. Sesuai dengan ukuran yang kita bawa."
Mereka pun mulai bekerja. Langkah pertama adalah memasang rangka besi hollow galvanis yang menjadi struktur utama kanopi.
Tantangan dalam Pemasangan
Tiba-tiba, angin bertiup cukup kencang saat mereka sedang mengangkat rangka ke lantai dua. Aris yang berada di atas tangga harus berhati-hati agar rangka tidak bergoyang terlalu banyak.
Aris: Menahan rangka "Dito, tahan di bawah dulu! Anginnya cukup kuat, takutnya nggak seimbang."
Dito: Memegang rangka dengan kuat "Siap! Kita pasang baut satu per satu biar aman."
Mereka bekerja sama dengan baik, memastikan setiap sambungan terpasang dengan sempurna. Setelah rangka terpasang, mereka lanjut memasang atap kaca tempered.
Pak Budi: Mengamati dari bawah "Mas, kaca tempered ini tahan panas, kan?"
Dito: "Iya, Pak. Kaca tempered ini lebih kuat dari kaca biasa dan juga punya lapisan khusus yang bisa mengurangi panas. Jadi tetap adem di bawahnya."
Mereka perlahan memasang kaca satu per satu, memastikan setiap panel terpasang rapi tanpa celah. Setelah itu, mereka mengaplikasikan sealant untuk mencegah air masuk saat hujan.
Penyempurnaan dan Finishing
Setelah semua bagian utama terpasang, Dito dan Aris melakukan finishing untuk memastikan tidak ada yang kurang. Mereka memeriksa ulang semua baut dan sambungan, lalu membersihkan kaca dari noda pemasangan.
Aris: Mengusap kaca dengan kain mikrofiber "Wah, ini baru kinclong! Kanopi ini bakal kelihatan keren dari luar."
Dito: Memeriksa kekuatan rangka "Betul. Dan yang paling penting, ini kokoh. Aman buat jangka panjang."
Mereka juga melakukan tes ketahanan dengan mengguyur air di atas atap untuk memastikan tidak ada kebocoran.
Pak Budi: Tersenyum puas "Mantap, Mas! Ini hasilnya lebih bagus dari yang saya bayangkan. Rumah saya jadi makin modern kelihatannya."
Dito: "Terima kasih, Pak. Kalau ada yang perlu disesuaikan lagi, Bapak bisa langsung hubungi kami."
Menyelesaikan Pekerjaan dan Pulang
Setelah semua selesai, mereka membereskan peralatan dan membersihkan area kerja. Pak Budi memberikan tip kecil sebagai apresiasi atas kerja keras mereka.
Pak Budi: "Ini buat Mas berdua, jajan di jalan. Saya puas banget sama hasilnya!"
Aris: Tertawa "Wah, makasih banyak, Pak! Semoga awet dan Bapak senang dengan kanopi ini."
Mereka pun pamit dan kembali ke truk, merasa puas dengan pekerjaan hari ini.
Dito: Menyandarkan kepala ke jok mobil "Capek sih, tapi puas banget. Satu proyek lagi selesai dengan sukses!"
Aris: Menghidupkan mesin "Ya, tinggal pulang ke Dlanggu dan siap-siap buat proyek berikutnya!"
Mereka pun kembali ke Bengkel Omasae di Dlanggu, meninggalkan satu lagi hasil kerja yang memuaskan di Mojokerto.
Itu cerita perjalanan Dito dan Aris memasang kanopi premium di Prajurit Kulon, Mojokerto! Kalau mau ditambahkan tantangan lain, seperti hujan tiba-tiba atau kendala teknis, bisa juga. Gimana menurutmu? 😊
.
Posting Komentar